Jangan Salah Paham, Ini Ciri Hubungan Bertahan Lama Meski Sering Bertengkar
Jangan Salah Paham, Ini Ciri Hubungan Bertahan Lama Meski Sering Bertengkar
Banyak orang yang mengira bahwa hubungan yang sehat dan awet itu tidak ada konflik atau pertengkaran sama sekali. Anggapan itu salah besar, bertengkar di dalam hubungan antara pasangan itu sangat wajar dan bukan indikator mutlak penyebab perpisahan atau akhir dari sebuah hubungan.
Ciri hubungan bertahan lama itu biasanya adalah: meski bertengkar tetap ada komunikasi, tema pertengkaran bukan karena kebencian melainkan kepedulian, tidak mengungkit masalah yang lama secara terus-menerus, tetap saling menghubungi setelah bertengkar, selalu ada permintaan maaf, dan masih banyak lagi yang akan kita bahas secara tuntas di artikel kali ini.
Disclaimer: Artikel ini ditulis bukan dari sudut pandang medis atau psikologi formal, melainkan sebuah catatan berbasis pengalaman pribadi dan hasil pengamatan mendalam terhadap dinamika hubungan di sekitar kita serta media sosial.
Apa saja sih ciri-ciri dan penjelasan lengkap mengenai hubungan yang bertahan lama meskipun sering bertengkar?
Ini dia penjelasannya:
Meski Bertengkar Tetap Menjalin Komunikasi
Pertengkaran adalah sarana diskusi antara pasangan, ketegangan terjadi karena masing-masing mempertahankan ego dan pendapatnya. Bagi sebagian orang hal semacam ini adalah titik adanya keretakan pada sebuah hubungan.
Namun sisi positifnya, sebenarnya mereka sedang membangun komunikasi dan berusaha memahami satu sama lain. Umumnya bentrokan pendapat bukanlah hal yang perlu dianggap fatal, selama masih dalam norma yang normal.
Ibaratnya ketika kita menyambung pipa paralon, awalnya terkesan memaksa dan penuh tekanan, namun pada akhirnya akan menyatu sangat kuat meski tidak menggunakan lem. Yang terpenting, satu pipa bertindak sebagai pipa yang dimasukkan dan pipa satunya bertindak sebagai pipa yang dimasuki. Jika sudah masuk dan terpasang maka akan sangat kuat persambungannya.
baca juga:
Kenapa Seseorang Mudah Bosan dalam Hubungan Meski Masih Sayang?
Tanda Hubungan Tidak Sehat tapi Sulit Putus, Lalu Maunya Gimana?
Begitu juga dalam komunikasi antar pasangan, walaupun di awal bertengkar. Pada akhirnya satu pihak akan menjadi pihak yang mendengarkan dan satu pihak menyumbangkan ide. Dan ketika sudah sama-sama klop maka akan terjalin hubungan dan kerja sama tim yang solid.
Berbeda jika masing-masing pasangan sangat keras kepala, disertai pertengkaran yang sangat agresif, maka hubungan tersebut sudah sangat mengkhawatirkan karena tidak ada yang mau mengalah.
Bertengkar karena Peduli, Bukan karena Benci
Boleh saja kita berantem dengan pasangan kita jika itu untuk kebaikannya. Misalnya pasangan tidak mau memakai helm jika berkendara dengan motor saat bepergian, boleh tuh kita marahin supaya mau memakai helm. Itu semua dilakukan karena bentuk kepedulian terhadap keselamatan pasangan kita.
Dan itu benar, bukan sebuah kesalahan, asal cara penyampaiannya benar dan tidak melukai perasaan maupun fisiknya. Mentang-mentang memakai helm itu penting, jangan sekali-kali membentak pasangan menggunakan kata-kata kotor, apalagi melempar helm ke arahnya.
Itu perbuatan yang tidak bisa dibenarkan meskipun tindakan dan sarannya merupakan hal yang baik.
Berbeda jika bertengkar karena motif kebencian, maka tindakan semacam ini akan mengarah ke hubungan yang toxic dan tidak sehat. Sebab pertengkaran yang dilandasi kebencian biasanya sering terulang lagi dan sumber masalahnya akan selalu jadi bahan ungkit-ungkitan di masa depan.
Tidak Mengungkit-ungkit Kebaikan Diri Sendiri ataupun Kesalahan Pasangan
Pernah mengalami bertemu pasangan yang hobi mengungkit keburukan pasangan dan juga mengungkit serta membanggakan kebaikannya? Saya sendiri sering menemui kasus seperti ini, baik di dunia nyata maupun menemukannya di postingan sosmed.
Mengungkit kebaikan yang telah diperbuat seringkali disebut perbuatan yang tidak ikhlas dan mengharapkan balasan yang setimpal. Padahal terkadang perbuatan baiknya tidak ada yang meminta, dia sendiri yang berinisiatif untuk membantu orang lain, tetapi di lain kesempatan kebaikannya sering dijadikan senjata untuk meng-counter atau menyerang secara personal, terutama kepada pasangannya.
Dilengkapi juga dengan mengungkit kesalahan pasangan di masa lalu untuk dijadikan sebagai senjata agar pasangan merasa bersalah.
Semua itu tidak terjadi di hubungan yang sehat, karena masing-masing pasangan selalu sadar diri terhadap kelebihan dan kekurangan pasangannya. Karena hakikat berpasangan adalah saling menerima kekurangan pasangannya serta memberi dukungan baik moril maupun materil kepada pasangannya agar bisa berkembang lebih baik.
Mengakhiri Pertengkaran lalu Membangun Kembali Komunikasi yang Sempat Terputus
Menyambung poin pertama tadi, saat terjadi pertengkaran biasanya nih ya, kita akan menjaga jarak dengan pasangan kita.
Otomatis komunikasi pun akan renggang dan bisa terputus juga. Namun beda dengan pasangan yang memiliki pemikiran dewasa. Mereka memberi jeda dalam hubungan, bukan pertengkaran yang abadi, memberi waktu bagi masing-masing pasangan untuk memikirkan ulang semua yang telah terjadi.
Dan jika waktunya sudah tepat, mereka akan membuka kembali jalur komunikasi dengan pasangannya masing-masing. Lalu hubungan pun kembali normal, yang biasanya diawali dengan permintaan maaf dari salah satu pasangan. Jadi bukannya ngambek, terus dendam-dendaman, apalagi menjaga gengsi untuk berbicara duluan, jelas itu sifat kekanak-kanakan.
Cari Solusi Terbaik di Setiap Pertengkaran, Bukan Adu Argumen
Pernah kalian melihat orang bertengkar, lalu jika salah satu lawannya terdiam, mereka menganggap argumen mereka menang? Inilah yang disebut cacat logika. Jadi mereka berpikir bahwa diamnya lawan itu karena dia sudah kalah. Padahal yang bisa saja terjadi adalah mereka mungkin lelah dan capek jika harus berargumen tanpa ujung. Mereka mungkin berpikir adu pertengkaran tidak memberi solusi apapun, sehingga mereka memilih diam.
Itu semua adalah kesalahan berpikir bagi orang yang tidak memahami pentingnya solusi dibanding kemenangan dengan membuat lawan bicara terdiam. Orang yang menyayangi pasangannya dan memiliki pemikiran yang cerdas tentu akan lebih memilih solusi dibanding memenangkan pertengkaran. Karena pertengkaran adalah membuang-buang waktu dan energi tanpa solusi sama sekali.
Kalau cuma adu argumen, biasanya anak-anak SD sering melakukannya, ngotot terus sampai suaranya serak dan hilang. Masa iya sudah memiliki pasangan tapi wawasannya cetek banget. Namanya berumah tangga akan selalu dipenuhi masalah, lebih baik fokus untuk mencari solusi dari setiap permasalahan atau pertengkaran.
Punya Rasa Hormat yang Kuat kepada Pasangannya
Pasangan yang baik memiliki kecenderungan untuk menghormati pasangannya walaupun sedang bertengkar. Jadi tidak ada istilahnya, meskipun bertengkar hebat, mereka tidak akan mengeluarkan kata-kata kotor, apalagi melakukan penyerangan atau kekerasan secara fisik.
Kan sering kejadian, setiap pasangan yang bertengkar seringkali menggunakan kata-kata kotor atau bernada merendahkan untuk menyudutkan pasangannya, bahkan ada yang melakukan KDRT. Jangan pernah melakukan KDRT walaupun kamu dalam posisi yang sudah emosional. Lebih baik menjauh dan menghindar untuk beberapa saat untuk menenangkan diri.
Nah bagi pasangan yang sehat, mereka memiliki batasan yang jelas dalam hubungannya. Jadi kamu tidak akan menemui kata-kata yang keterlaluan keluar dari mulut mereka. Bahkan pertengkaran mereka cenderung lebih santai, bahkan bisa dibilang bukan pertengkaran melainkan sebuah diskusi santai belaka.
Jadi carilah pasangan yang punya rasa hormat dan menjunjung tinggi norma dan adab agar kamu terhindar dari hubungan yang toxic.
Kesimpulan
Dari isi artikel ini bisa disimpulkan bahwa setiap pasangan yang sedang bertengkar bukan berarti mereka sengaja untuk membuat hubungan mereka menjadi retak. Pertengkaran, lebih tepatnya, adalah upaya adaptasi antara dua kepala yang memiliki pemikiran berbeda.
baca juga:
Cara Mengatasi Overthinking Karena Pasangan Tanpa Menyiksa Diri Sendiri
Suami Jadi Dingin Setelah Menikah, Apakah Masih Cinta?
Yang seharusnya, pertengkaran merupakan upaya untuk mencari solusi bersama agar bisa keluar dari masalah yang sedang dihadapi, alih-alih membuat masalah tersebut menjadi melebar ke mana-mana.
Hubungan yang sehat menjadikan setiap pertengkaran sebagai proses belajar untuk saling memahami pemikiran masing-masing pasangan.
Jadi itulah ciri hubungan bertahan lama meski sering bertengkar. Tetap berpikir secara positif untuk selalu mencari solusi bersama.

Posting Komentar