Tanda Hubungan Tinggal Menunggu Putus, Apakah Kamu Sedang Mengalaminya?

Table of Contents

Tanda Hubungan Tinggal Menunggu Putus, Apakah Kamu Sedang Mengalaminya?




Ciri-ciri atau tanda-tanda hubungan yang akan kandas atau segera berakhir bisa dilihat dengan mengidentifikasi gejalanya seperti: komunikasi yang telah menghilang, kamu merasa sendiri walaupun masih punya pasangan, keputusan egois atau sepihak, jarang bertemu bersama, sering bertengkar, tidak ada lagi usaha memperbaiki hubungan, mulai menjauh secara perlahan, menyimpan banyak rahasia, kebersamaan yang tidak lagi menyenangkan.


Disclaimer: Sebuah keputusan dalam menjalin hubungan ataupun mengakhiri hubungan sebaiknya dibicarakan berdua. Artikel yang anda baca ataupun nasihat dari pihak luar hanya sebagai pembanding, bukan alasan untuk mengambil keputusan. Dan artikel ini ditulis dari pengalaman dan bukan dari saran psikolog maupun medis.


Ketika sebuah hubungan sudah tidak lagi menyenangkan dan setiap hari diwarnai kesepian serta pertengkaran, memang menguji mental kita. Apakah ingin diperbaiki atau justru diakhiri saja. Semua ada di tangan anda, dan sebaiknya dipertimbangkan matang-matang jika ingin mengakhiri sebuah hubungan. Apakah masih bisa diperbaiki atau tidak bisa sama sekali.


Dan berikut ini penjabaran dari ciri-ciri atau tanda hubungan yang tidak harmonis serta hubungan yang sudah di ujung tanduk.


Komunikasi yang Telah Menghilang


Sepasang kekasih yang harmonis tentu akan selalu berkomunikasi dan berkabar setiap waktu, untuk memastikan pasangannya baik-baik saja atau sekadar menghilangkan rasa rindu yang ada di dada. Berbeda dengan hubungan yang sudah terindikasi tidak sehat serta sudah sangat kritis. Mereka cenderung kehilangan komunikasi dengan pasangannya.


Tidak ada lagi sapaan serta chat yang menanyakan kabar ataupun menanyakan aktivitas. Semua menghilang meninggalkan keheningan tanpa arti. Masing-masing sudah tidak peduli sama sekali. Atau mungkin salah satu pihak saja yang peduli namun pasangannya sudah tidak lagi peduli dengan komunikasi satu sama lain.


Sering Merasa Sendiri Meskipun Memiliki Pasangan



Kamu mungkin akan merasa kesepian ketika hubungan yang kamu bina selama ini berada di ambang kehancuran total. Karena pada dasarnya kamu sudah merasa ditinggalkan oleh pasanganmu, hanya saja belum secara resmi dideklarasikan.

baca juga:

Hubungan Terasa Hambar? Ini Ciri Pasangan Sudah Bosan dengan Kita 

Kenali Tanda Pasangan Mulai Menjauh Sebelum Hubungan Memburuk 

Perasaan seperti ini memang sangat menyedihkan serta membingungkan. Kebanyakan dari kita akan merenung dan berpikir di sela-sela kesepian yang makin hari semakin akrab dengan diri kita. Sepi tanpa ada pasangan lagi, dan hanya menyisakan status di KTP atau pengakuan saja, aslinya sudah kosong.


Keputusan yang Diambil Bukan Lagi Keputusan Bersama, Melainkan Keputusan Sepihak



Jika dulu kita sering mengambil keputusan bersama jika ada kepentingan maupun urusan, sekarang adalah kebalikannya. Semua keputusan sudah tidak lagi melibatkan dirimu atau hanya sepihak saja. Artinya pasangan kamu sudah tidak lagi menganggap keputusanmu harus didengarkan. Sebab keputusan yang diambil pasanganmu merupakan keputusan yang egois dan sudah tidak menghargai keberadaanmu lagi.


Kepentingannya bukan lagi kepentinganmu. Jika dalam hubungan semua kepentingan biasanya selalu didiskusikan dan dimusyawarahkan bersama, sekarang kamu sudah tidak lagi dilibatkan dalam pengambilan keputusan.


Jarang Bertemu dan Berkumpul Bersama



Kebersamaan dalam sebuah hubungan merupakan hal yang penting untuk saling memahami serta memberi kehangatan dalam berhubungan. Lalu apa jadinya jika tidak ada lagi kebersamaan di antara kalian berdua? Semua berubah menjadi kesepian dan tidak ada lagi kehangatan.


Jika sudah begini semua menjadi hambar dalam menjalani hari-hari. Dia yang biasanya selalu ada di dekatmu dan selalu menemani, kini hanya menyisakan kesendirian tanpa suara. Kesepian semakin akrab di setiap hari yang kamu jalani. Inilah saat yang paling membingungkan, antara mengakhiri atau memperbaiki kembali hubungan yang sudah di ambang putus.


Sering Bertengkar



Jika hari biasanya jarang bertemu dan ketika bertemu kembali bukan lagi sapaan rindu yang kamu dapatkan melainkan pertengkaran yang kadang penyebabnya tidak kamu sangka-sangka. Inilah akibat dari hubungan yang sudah di ambang kehancuran, di mana pertengkaran akan semakin terdengar di telinga dibanding suasana hangat yang dihiasi senyuman dan pelukan.


Pertengkaran semakin hari semakin intens setiap kali bertemu, sehingga kamu pun merasakan muak dan bosan dengan keadaan ini. Meskipun berharap semua bisa diperbaiki dan berharap pasangan kamu mau mengubah sikap serta kembali seperti sedia kala, semua terasa sia-sia dan tidak ada kepastian yang bisa kamu harapkan.


Entah kenapa terkadang saat melihatnya, terasa hati ini dipenuhi kebencian yang mendalam. Perasaan sayang berubah menjadi rasa benci bahkan ingin sekali mencaci maki dirinya. Keputusan untuk bertahan pun semakin hari semakin meragukan.


Tidak Ada Lagi Usaha untuk Saling Memperbaiki



Di tingkat yang lebih kritis, antara dirimu dan dirinya sudah tidak ada lagi kepedulian tentang hubungan yang kalian jalani. Semua serba terserah dan masa bodoh. Hubungan yang seharusnya bisa diperbaiki terasa bagaikan jurang yang tidak bertepi, harapan bersama serasa mustahil untuk digapai lagi.


Semua hanya terasa mimpi di siang bolong. Membiarkan hubungan berantakan terasa lebih ringan dibanding harus memperbaikinya. Apalagi yang akan diharapkan dari hubungan yang kedua belah pihaknya sudah pasrah dan masa bodoh seperti ini.


Mulai Menjauh Secara Perlahan



Bukan hanya emosi yang sudah kian menghilang, melainkan satu sama lain mulai menjauh secara perlahan. Mungkin kemarin salah satu pihak masih berinisiatif untuk memperbaiki keadaan. Namun karena terasa lelah dan tidak menemukan titik terang, kamu mungkin menyerah juga dan memutuskan menjauh sama seperti yang dia lakukan kepadamu.


Tapi kamu perlu tahu di saat seperti ini. Terkadang ada kejadian yang berputar 180°, di mana pasanganmu malah mengejarmu ketika kamu sudah mulai menyerah untuk memperbaiki keadaan, entah dia merasa bersalah atau mungkin belum siap jika harus kehilanganmu.


Semua tentang hubungan ini, kedua belah pihak masih memiliki ikatan emosional walaupun tersisa sedikit. Dan yang sedikit itulah yang selalu memberi harapan. Walaupun raga sudah mulai menjauh, tapi batin dan jiwa kalian tidak akan pernah bisa berbohong. Kenangan waktu bersama akan selalu menghantui ketika kedua belah pihak memutuskan untuk saling menjauh.


Menyimpan Banyak Rahasia



Salah satu dari kalian mungkin akan menjaga rahasia tertentu yang disembunyikan dari pasangan. Tujuannya tentu saja untuk kepentingan pribadi, bukan lagi untuk kepentingan bersama. Semakin hari semakin banyak yang ditutupi, seolah pasangan bukan lagi teman berbagi melainkan dianggap sebagai orang lain.


Dan rahasia itu bisa apa saja, contohnya memberi sandi pada ponsel, chat secara sembunyi-sembunyi, tiket bioskop yang disembunyikan di tas, atau pergi tanpa memberi tahu ke mana.

Itu semua merupakan tanda-tanda hubungan di ambang kehancuran, karena hubungan yang dipenuhi rahasia dan tidak terbuka lagi kepada pasangan akan rawan dengan perselingkuhan dan unsur orang ketiga.


Kebersamaan yang Tidak Lagi Menyenangkan



Sebuah kebersamaan adalah momen indah yang selalu dirindukan jika tidak bertemu, dan saat bertemu kita akan melepas rasa kangen serta melepaskan hasrat yang terpendam. Tetapi jika hubungan sudah tinggal menunggu waktu untuk putus, maka kebersamaan itu akan berubah menjadi hal yang tidak menyenangkan, karena akan dipenuhi dengan pertikaian serta pertengkaran kecil yang lalu membesar.


Jadi ajang pertemuan dan kebersamaan hanyalah ajang untuk saling bertikai dan saling merasa menang sendiri. Di fase ini kadang kita sudah tidak lagi bersemangat untuk bertemu dan bercengkerama dengan pasangan kita, dan lama-kelamaan kamu akan terbiasa dengan hilangnya waktu bersama pasangan kamu.


Kesimpulan

Semua kejadian yang saya sebutkan di atas memang sering ditemui pada kasus hubungan pasangan yang sedang di ambang perceraian, namun tidak selalu benar juga. Karena banyak juga pasangan yang memilih bertahan bertahun-tahun dengan kondisi seperti yang saya sebutkan di atas. Semua orang memiliki pemikiran yang berbeda dalam menghadapi perpisahan atau putus.

baca juga:

Kalau Dia Melakukan Ini, Bisa Jadi Wanita Tidak Nyaman dengan Kita 

Jangan Salah Paham, Ini Ciri Hubungan Bertahan Lama Meski Sering Bertengkar 

Adakalanya orang tidak siap dengan kehilangan pasangan karena sudah terbiasa, maka mereka memilih bertahan yang penting masih bersama meskipun hubungan itu terasa hambar. Ada juga yang memilih bertahan karena adanya anak yang harus diurus bersama, karena tidak sanggup melihat anaknya harus hidup dengan keadaan broken home.


Semua orang punya motifnya masing-masing, lalu bagaimana dengan anda menyikapi semua ini? Silahkan tulis di kolom komentar.

Posting Komentar