Di dunia yang dipenuhi manusia yang jumlahnya milyaran ini , ada saja perilaku manusia yang selalu merugikan manusia lainnya. Beraneka ragam manusia membuat dunia ini dipenuhi otak otak yang beraneka ragam pula. Tidak terkecuali manusia yang selalu memanfaatkan manusia lainnya untuk kepuasan pribadinya.
Kecenderungan untuk memanfaatkan teman merupakan gangguan mental yang tidak terlalu mencolok , karena kita selama ini menganggap orang dalam gangguan mental adalah orang yang sering berjalan sendiri di jalanan dan ketawa ketiwi persis orang gila. Bukan persisi lagi sih sebenarnya emang orang gila beneran,
kayak orang tidak mau modal saja ya gak sih.
Saya juga pernah memiliki pengalaman seperti ini. Memiliki teman yang telah memanfaatkan aku untuk kepentingan dia sendiri.
Jadi suatu hari aku pernah melamar pekerjaan di suatu gudang minuman. Singkat cerita aku berjumpa dengan teman aku yang satu ini. Panggil saja namanya dion. Orangnya ramah dan suka ngobrol.
Nah saat melamar pekerjaan ternyata aku gagal keterima di gudang tersebut, tetapi teman aku berhasil lolos menjadi supir di gudang itu.
Baca juga:
cara menjauh dari teman tanpa menyakiti
ciri ciri teman tidak tulus
Setelah itu aku tidak pernah lagi bertemu dengan dion . Dan kisah menganggur aku pun berlanjut sampai beberapa bulan lamanya. Tapi karena posisi aku belum punya tanggungan anak dan istri jadi belum terlalu terbebani lah ya, aku juga baru lulus sekolah saat itu. Namun tetap saja saat menganggur merasa bersalah dengan ayah dan ibu, malu sih karena jadi beban keluarga.
Sebenarnya aku melamar di gudang minuman itu juga karena inisiatif suami saudara aku yang terlebih dahulu kerja disitu sebagai sopir truk. Namun karena mungkin kualifikasi aku tidak memenuhi syarat untuk kerja sebagai helper di gudang tersebut akhirnya aku tidak diterima bekerja disitu. Dari melamar kerja itu lah aku bertemu dan berkenalan dengan dion yang saat itu setelah proses lamaran dion diterima kerja di gudang tersebut sebagai sopir gudang.
Setelah beberapa bulan berlalu aku yang masih pengangguran itu kedatangan tamu yang tidak lain adalah dion. Aku juga lumayan terkejut , dari mana dia bisa tau alamat rumah aku yang pada dasarnya aku tidak pernah memberi alamat detail rumah aku. Dion mengaku bahwa dia bisa tau alamat rumah aku dari saudara aku yang sama sama kerja di gudang minuman tersebut.
Oh akhirnya aku paham, lalu akhirnya kita ngobrol bareng.
Dion : lama gak liat kamu, kemana aja?
Aku: gak kemana mana bro masih nganggur aja ni?
Dion : kirain udah kerja.
Aku: kamu gimana yon?
Dion : aku sudah berhenti dari gudang itu.
Aku : kenapa?
Dion: aku diberhentikan sama bos.
Aku: loh kok gitu, emang kenapa?
Dion: aku ketahuan maling minuman , aku jual di toko lain sebagian aku minum sendiri.
Aku: astaga , aneh aneh aja kamu.
Dion : ya , mau gimana lagi , kerja disitu gajinya gak cukup buat kebutuhan sehari hari.
Aku: iya sih. Jadi gimana sekarang ?
Dion : lagi nyari kerjaan ni, kirain kamu ada kerjaan , aku pengen kerja ikut kamu rencananya , eh taunya kamu nganggur juga.
Sebenarnya cerita ini masih sangat panjang , aksi dion bukan hanya mencuri minuman di gudang dia tempat kerja tapi juga meminjam uang saudara aku yang pada akhirnya sampai sekarang tidak pernah dibayar hutangnya.
Setelah pertemuan itu dion semakin sering kerumahku, untuk sekedar main saja dan juga sedikit sedikit minta uang, minjem lah tapi aku ikhlasin karena nominalnya kecil.
Tapi makin kesini makin jadi aja dion . Bermula aku sering menolong dia minjemin uang yang nominalnya kecil , tetapi makin hari makin sering aja.
Mulai pinjam uang untuk isi bensin, ngajakin aku jalan tapi aku yang bayarin makan dan minuman. Dan juga dia sering meminjam ponsel aku untuk menelpon wanita wanita malam. Padahal dion ini sudah punya istri dan anak. Tapi yah gitulah hidupnya kayak tidak punya beban tanggungan. Serba bebas dan ingin senang senang kayak orang bujangan.
Sampai suatu hari aku diajak dion kerumahnya. Dirumah itu ada istri dan anaknya yang masih berusia 8 bulanan. Dan ada juga mertuanya tapi hanya mertua wanita , soalnya mertua yang pria sudah tiada. Akhirnya aku diajak ngobrol bersama istrinya sambil makan malam di rumahnya. Ya awalnya kita hanya mengobrol ringan aja lah bersama istrinya. Sampai akhirnya dion bercerita tentang masa kelamnya masa lalu bersama istrinya, yang seketika itu juga membuat aku muak dengan cerita yang menurutku menjijikkan.
Aku tidak bisa menceritakan kisah dion dan masa kelamnya dimasa lalu, di blog ini, takutnya terkena pelanggaran dari pihak google. Tapi intinya ceritanya bikin geleng geleng kepala dan mengukuhkan bahwa dion bukan cowok yang baik baik. Dan setelah mendengar cerita tersebut aku sudah tidak ingin berteman lagi dengan dion, karena hidupnya sudah saya nilai keterlaluan sebagai seorang manusia. Aku lebih memilih menghindar setiap kali dion datang kerumahku.
Tidak ada basa basi langsung aku tinggal pergi saja setiap dion datang ke rumahku. Tanpa bertegur sapa dan tanpa ada satu kata yang keluar dari mulut aku. Bahkan dion menyebut aku dengan sebutan sombong, namun aku sudah tidak perduli lagi dengan kehadiran manusia seperti itu.
Dari cerita dan pengalaman nyata yang aku hadapi tersebut kalian tentu bisa mengambil benang merah kenapa aku bisa dimanfaatkan oleh dion.
Meski begitu mari kita bedah pelan pelan mengapa ada orang yang bisa memanfaatkan orang lain.
Kenapa orang suka memanfaatkan teman
nah berikut ini akan saya jelaskan rincian kenapa dan mengapa orang sampai tega memanfaatkan temannya sendiri.
1. licik.
Ya . Kamu tidak salah dengar, orang yang licik adalah seorang yang tidak segan untuk mengorbankan orang orang yang ada di sekitarnya untuk sekedar memenuhi kebutuhan dan egonya sendiri. Kelicikannya ini bisa bermacam macam mulai pinjam uang sampai memakai barang barang pribadi kita . Biasanya dia memanfaatkan kelemahan kita dengan menjual cerita cerita sedih hidupnya agar kita merasa kasihan dan bersedia membantunya.
2. manipulator.
Sama juga seperti orang licik diatas , namun manipulator ini mungkin bisa lebih sadis lagi dibanding sekedar licik walaupun narasinya sama sama negatif. Manipulatif ini sering membohongi kita dengan cerita cerita dan bualan yang seakan akan cerita itu sebuah kebenaran. Namun jika diteliti lebih lanjut ceritanya penuh dengan kepalsuan dan kebohongan yang di dramatisir seakan akan cerita itu nyata. Dan akhirnya apabila kita mudah sekali termakan omongannya maka kita akan terjebak dengan cerita yang dia karang . Tentunya ada hal yang akan dilancarkan selanjutnya apabila kita sudah percaya dengan cerita yang dia sampaikan. Dan pastinya akan sangat merugikan kita.
3. kepepet.
Orang kalau sudah kepepet pasti akan ada saja akal akalannya untuk sekedar bertahan hidup. Misalnya anak lagi sakit tapi lagi nganggur dan tidak punya penghasilan. Jalan pertama ya pasti pinjam uang, namun apabila tidak ada yang mau memberi pinjaman dia akan memanfaatkan teman yang dia kenal untuk bisa dimanfaatkan baik secara positif maupun cara negatif.
Intinya kalau orang sudah dalam posisi kepepet apa saja bisa dilakukannya demi bertahan hidup. Namun sangat disayangkan banyak orang yang kepepet diluar sana menempuh jalan yang melanggar hukum dan merugikan orang lain untuk membenarkan aksinya.
Baca juga:
cara menghadapi teman yang berubah sikap
cara menghadapi orang toxic dalam pertemanan
Walaupun sebenarnya masyarakat dan pemerintah bisa saja ikut bersalah dengan hal semacam ini. Angka kemiskinan dan rendahnya empati masyarakat terhadap lingkungan telah menciptakan angka kemiskinan serta kriminalitas yang terus meningkat setiap hari.
4. pengen mengambil jalan pintas.
Orang yang malas untuk kerja keras cenderung menjadi orang yang potensial memanfaatkan orang lain supaya keinginannya cepat tercapai. Dengan cara memanfaatkan orang lain atau teman sendiri mereka berharap tanpa banyak usaha keinginan dan cita citanya bisa tercapai dengan sangat mudah.
Hal semacam ini sering terjadi saat penerimaan lowongan kerja , dimana orang yang bisa memanfaatkan orang dalam atau memiliki keluarga dan kerabat dekat cenderung bisa diterima kerja dibanding orang yang memiliki skill tetapi tidak memiliki channel orang dalam. Terdengar tidak adil namun seperti itulah keadaan yang sering terjadi di negara ini bahkan bukan cuman di indonesia melainkan diluar negeri pun juga sering terjadi hal hal semacam ini.
5. tidak mandiri.
Orang yang tidak memiliki kemandirian bisa sangat merepotkan orang lain, karena kehidupannya akan sangat tergantung dengan orang lain. Yang ujung ujungnya mereka mau tidak mau harus memanfaatkan orang lain untuk sekedar bertahan hidup. Ya kalau kamu sebagai anak yang masih nganggur bisa dimaklumi la , karena memang mencari pekerjaan masih sangat sulit didapatkan ,namun kamu harus tau diri juga jangan terlalu boros dan menyusahkan orang tua. Jangan karena masih nganggur kamu justru membuat orang lain disekitarmu merasa kerepotan karena dimanfaatkan olehmu. Btw yang lagi nganggur jangan tersinggung , saya juga pernah merasakan di posisi itu . Namun aku pribadi punya prinsip pantang nyusahin orang lain apalagi orang tua .
6. udah jadi kebiasaan.
Namanya kalau sudah jadi kebiasaan memanfaatkan orang lain maka segala hal yang berbau manipulatif akan dianggap wajar bagi dia. Dan orang semacam ini akan selalu melakukan aksinya kepada orang yang didekatinya dan telah menormalisasi hal semacam ini.
Untuk itu segala jenis hal hal yang berbau negatif tidak boleh dinormalisasi dan dianggap remeh ya. Karena jika sudah dilakukan berkali kali maka akan menjadi kebiasaan buruk yang susah diobati. Dan parahnya ini bisa mengarah kepada gangguan mental .
Disclaimer semua yang saya tulis di artikel ini bukanlah untuk mendiagnosa seseorang atau memberi klaim bahwa kecenderungan orang yang memanfaatkan orang lain itu adalah gangguan kejiwaan. Untuk lebih jelasnya bisa ke tenaga profesional agar mendapat diagnosa yang lebih akurat.
Saya sendiri antara setuju dan kurang setuju dengan pernyataan tersebut, sebab dalam skala yang lebih luas dan dari sudut pandang yang berbeda aksi memanfaatkan orang lain ini juga sering kita temui disekitar kita bahkan telah menjadi bagian dari sistem komunitas manusia itu sendiri.
Saya berikan contoh , kita kerja itu sebenarnya juga menguntungkan orang lain . Yang artinya si pemberi kerja juga bisa termasuk orang yang memanfaatkan orang lain juga kan?
Jadi memanfaatkan orang lain tidak selamanya buruk asal dengan persetujuan bersama dan saling menguntungkan satu sama lain.
kesimpulan Kenapa orang suka memanfaatkan teman
orang yang cenderung memanfaatkan orang lain tanpa memberi keuntungan atau timbal balik yang sepadan sering disebut memanfaatkan. Tetapi jika kita memanfaatkan orang lain dan mampu memberi feedback yang setara maka itu disebut kerjasama.
Jadi semua tergantung dari sudut pandang mana yang kamu lihat.
Bahkan saat orang lain memanfaatkanmu dari sisi agama bisa jadi itu disebut ibadah yang bisa mendapatkan pahala di akhirat kelak.
Namun saya mengerti bahwa disini kita membahas orang yang memanfaatkan temannya sendiri demi kepentingan dan ego yang dimilikinya. Maka jawabannya ya itu semua tergantung dari kepribadian dan kepentingan orang tersebut.
Posting Komentar