Mengapa Quality Time Sangat Penting dalam Rumah Tangga? Ini Manfaat dan Cara Mewujudkannya

Table of Contents

 

Mengapa Quality Time Sangat Penting dalam Rumah Tangga? Ini Manfaat dan Cara Mewujudkannya



Rutinitas dalam keseharian membuat sebagian besar seseorang yang sudah berumah tangga melupakan kebersamaan dengan anggota rumah tangga lainnya. Sehingga ini bisa menjadi hal yang sangat disayangkan, sebab kualitas hubungan rumah tangga seringkali dikaitkan dengan seberapa sering anggota keluarga berinteraksi atau berkomunikasi dengan sesama anggota keluarga.

Dan dalam kehidupan berumah tangga akan ada konflik yang terjadi, untuk menyelesaikan itu semua kita butuh interaksi dengan sesama anggota keluarga untuk menyelesaikan masalah dan mempererat hubungan keluarga.

Ya kalau kita ingin mempererat hubungan dalam keluarga atau hubungan sosial lainnya maka kita harus sering berinteraksi dan berkomunikasi agar hubungan sosial tersebut bisa sangat erat dan menjalin silaturahmi yang berkesinambungan.

Mengapa quality time itu penting?

Kehadiran fisik di tengah keluarga menjadi sangat penting agar interaksi dan komunikasi terasa nyata dan bukan sekadar interaksi melalui perangkat smartphone. Apabila ini tidak dilakukan maka kehangatan rumah tangga akan memudar karena tidak adanya interaksi secara langsung.

Anggota keluarga lainnya akan merasa terabaikan dan tidak menganggap keluarganya itu nyata, melainkan hanya sebuah keluarga bayangan yang tidak nyata. Untuk itulah penting untuk hadir di tengah-tengah pertemuan keluarga agar suasana keluarga bisa hidup dan memberi ketenangan serta kehangatan keluarga.

baca juga

Apa Itu Emotional Cheating? Mengenal Perselingkuhan Emosional yang Sering Tidak Disadari  

Apa Itu Silent Treatment? Memahami Dampak, Tanda, dan Cara Menghadapinya dalam Hubungan 

Manfaat utama quality time dalam keluarga dan rumah tangga

Meluangkan waktu untuk quality time di tengah-tengah keluarga memberi manfaat yang sangat luar biasa bagi kesehatan mental serta pengaruh psikologis anggota keluarga. Di antaranya adalah sebagai berikut.

1. memperkuat ikatan emosional antara sesama anggota keluarga

Tertawa bersama dan melakukan perbincangan ringan bisa memberi kehangatan di tengah rutinitas yang melelahkan. Kadang kesibukan sehari-hari anggota keluarga menjadi tekanan psikologis tersendiri dan menjadi beban mental yang menguras emosi dan ketenangan pikiran.

Perbincangan dengan tema ringan serta senda gurau mampu meredakan stres dan membawa kedekatan emosional bagi sesama anggota keluarga tercinta.

2. meningkatkan kualitas komunikasi

Waktu luang memberi ruang komunikasi yang aman bagi sesama anggota keluarga untuk saling mencurahkan isi hati dengan kepala dingin. Sehingga mampu menciptakan efek kehangatan psikis serta memberi kepercayaan penuh kepada pasangan karena mampu berkomunikasi secara terbuka berkat kehadiran yang selalu ada di tengah keluarga yang dicintai.

Dengan cara ini, kekhawatiran pasangan sedikit berkurang karena komunikasi yang terbuka serta mampu membicarakan masa depan dan harapan secara gamblang.

3. meredam stres

Rumah adalah tempat paling nyaman dan aman bagi setiap anggota keluarga. Menghabiskan waktu bersama anggota keluarga terbukti mampu meredam hormon stres dan meningkatkan kebahagiaan.

Jadi jangan ragu dan selalu luangkan waktu untuk berkumpul bersama anggota keluarga, dengan menjaga hubungan dan mempererat hubungan keluarga kita akan menjadi lebih bahagia. Walaupun tidak semua orang memiliki hubungan yang baik dengan sesama anggota keluarganya. Untuk itulah syukurilah dengan kehangatan rumah tangga yang kalian miliki.

4. menjaga keintiman dan romantisme

Pentingnya menjaga keintiman bagi pasangan yang sudah berkeluarga adalah syarat utama untuk menjaga hubungan pernikahan tetap harmonis. Dengan memberikan quality time yang berkualitas maka keintiman dan romantisme bisa terbina dengan baik dan mampu menjaga hubungan pernikahan dari keretakan serta perceraian.

Jangan sampai pasangan kita justru menghabiskan waktu dengan orang lain atau pihak ketiga, karena hal itu bisa menjadi awal perselingkuhan dan akan menyisakan penyesalan yang mendalam jika sudah terlambat.

5. mendukung perkembangan psikologis pada anak

Anak yang tumbuh dan berkembang dalam lingkungan keluarga yang harmonis dan memiliki cukup waktu berinteraksi dengan kedua orang tuanya akan merasakan rasa aman, nyaman, dan bahagia karena mereka tahu bahwa mereka sangat diperhatikan.

6. menumbuhkan rasa saling menghargai bagi pasangan suami istri

Suami istri yang sering menghabiskan waktu atau quality time bersama cenderung mampu untuk menghargai pasangan satu sama lain. Ini karena mereka bisa saling bertukar informasi tentang diri mereka masing-masing kepada pasangannya.

Sehingga tumbuh perasaan terbuka dan ketenangan untuk saling mencintai satu sama lain. Dan membuka gerbang komunikasi secara mendalam yang pada akhirnya mereka saling peduli dan saling menghargai satu sama lain.

7. menjadi teladan yang baik untuk anak-anak mereka

Sebagai orang tua sangat penting untuk menyisihkan waktu untuk menjaga quality time bagi anak-anak mereka. Dengan memahami dan menyenangkan hati anak maka diharapkan anak menjadi dekat dan menjadi teladan bagi anak-anak mereka, di mana kepedulian dan perhatian bagi sesama manusia itu penting.

Dengan demikian anak akan tumbuh berkembang dengan psikis yang sehat dan menjadikan anak sangat tangguh secara mental serta anak akan menjaga perasaan dan menjaga kepedulian kepada sesama manusia lainnya.

Dampak buruk jika terlalu mengabaikan quality time

Jangan anggap remeh dengan quality time sebab dalam jangka panjang jika hal ini terus-menerus dilakukan akan ada konsekuensi yang tidak main-main dalam hubungan rumah tangga. Beberapa hal yang akan terjadi jika tidak pernah meluangkan waktu untuk quality time adalah sebagai berikut.

1. tercipta jarak emosional di antara anggota keluarga.

Keseringan mengabaikan quality time yang pertama adalah menjauhnya atau terciptanya jarak emosional antar anggota keluarga. Dan ini sangat tidak baik untuk keseluruhan anggota keluarga. Kita akan merasa asing terhadap anggota keluarga, dan merasa canggung jika bertemu meskipun itu adalah suami, istri, anak, dan orang tua. Anda akan melihat orang lain meskipun itu adalah anggota keluargamu sendiri.

2. rentan terjadi pertikaian.

Kurangnya komunikasi antara anggota keluarga akan menyebabkan pertikaian meskipun itu hanyalah masalah yang sangat sepele. Masalah kecil akan menjadi besar karena buruknya komunikasi antara anggota keluarga.

Hal semacam ini tentu akan sangat disayangkan jika saja antar anggota keluarga memperhatikan quality time serta tidak menganggap remeh tentang acara kumpul keluarga.

3. anak mencari perhatian di luar keluarga.

Anak yang kurang perhatian dari kedua orang tuanya akan merasa asing di dalam rumahnya sendiri, merasa diabaikan dan tidak ada yang peduli dengan keberadaannya. Hal ini akan menyebabkan si anak mencari pelarian untuk mengusir rasa jenuh di rumah yang tidak ada kehangatan sama sekali.

Anak akan mulai mencari perhatian kepada orang lain agar merasa tidak sendirian, jika hal ini sampai terjadi maka besar kemungkinan anak akan salah pergaulan dan salah arah tujuan hidupnya.

Jangan sampai hal ini terjadi. Sebagai orang tua, memiliki tanggung jawab penuh dalam mendidik dan mengasuh anak di rumah. Jangan sampai anak mencari perhatian kepada orang lain di luar sana. Belum tentu di luar sana si anak mendapat perhatian dan pendidikan yang benar, sebab tanpa bimbingan yang benar dan kontrol orang tua yang tepat, si anak rentan salah jalan dalam mencari jati diri.

4. sering curiga antar anggota keluarga

Karena rendahnya komunikasi antar anggota keluarga maka akan terjadi kesenjangan hubungan antar anggota keluarga tersebut. Contohnya suami curiga kepada istrinya jika istrinya dandan keluar rumah. Ini karena si suami tidak tahu untuk apa istri keluar rumah pakai dandan menor segala. Jangan-jangan si istri ada main mata ni di luar sana. Padahal bisa saja si istri lagi mau kondangan sama teman-temannya.

Nah untuk itu mulailah membangun quality time agar hubungan komunikasi antar anggota keluarga terjalin dengan baik dan tidak ada kesalahpahaman antar anggota keluarga. Sehingga hubungan keluarga menjadi lebih harmonis dan tidak saling tuduh melakukan pengkhianatan di belakang pasangan lainnya.

Tantangan untuk mewujudkan quality time bagi anggota keluarga

Bagi setiap anggota mewujudkan quality time bukan perkara mudah, karena seringnya waktu yang dimiliki berbenturan dengan kepentingan lainnya dan sibuknya dunia kerja serta aktivitas sekolah bagi anak-anak yang sedang menuntut ilmu.

Sehingga hal ini menjadi tantangan yang sulit ditoleransi.

Namun sesibuk apa pun orang tua sebaiknya luangkan waktu sesaat untuk quality time dengan anak-anak, karena dampak psikis bagi anak sangatlah besar. Dan berpengaruh untuk masa depan mereka dalam memandang dunia serta bagaimana mencari perhatian agar merasa diperhatikan dan dimengerti oleh manusia lainnya.

Jangan sampai si anak mendapat perhatian dari orang yang tidak bertanggung jawab dan memiliki niat jahat kepada anak anda. Saya tidak bermaksud menakut-nakuti tapi anak sangatlah rentan di dunia ini terhadap pelaku kejahatan yang tersebar di muka bumi ini dan kita tidak tahu seperti apa mereka dan siapa saja yang akan menjadi penjahat untuk anak-anak kita.

Jadi jagalah anak-anak dengan memberi quality time kepada mereka secara penuh agar mereka punya sosok yang bisa peduli dan selalu hadir saat dibutuhkan.

Cara mewujudkan quality time

Untuk mewujudkan quality time itu tidak sulit-sulit amat kok. Tinggal kamu punya niat atau tidak untuk mewujudkannya. Rela menyisihkan waktu atau tidak untuk berkumpul dengan anggota keluargamu.

Nah berikut ini cara mewujudkan quality time bagi kamu yang sulit atau tidak tahu cara mewujudkannya.

1. jadwalkan waktu untuk mewujudkan quality time.

Jika kamu saja punya waktu untuk bekerja dan berkumpul dengan teman-teman apa salahnya menyisihkan waktu untuk anggota keluargamu, mereka itu adalah aset terbesarmu dalam kehidupan ini. Tanpa mereka kehidupan terasa tanpa arti dan tanpa makna. Kamu kerja untuk siapa memang? Tentu saja kamu banting tulang untuk keluarga kan. Makanya luangkan waktu dengan mengatur jadwal agar bisa menemui keluargamu, istilahnya quality time lah namanya.

2. terapkan aturan "zero distraction"

Kalau sudah berhasil membuat jadwal quality time dengan anggota keluarga usahakan waktu kamu sepenuhnya untuk keluarga tercinta bukan untuk hp atau ponsel tercinta.

Jangan sampai kamu punya niat membuat acara quality time dengan keluarga tetapi sebatas pencitraan di sosial media agar terlihat bahagia di mata netizen lainnya. Niatnya sih sudah oke untuk bertemu keluarga tetapi jika kamu bertemu keluarga tidak ngobrol sama sekali, tidak ada komunikasi yang ada hanya main ponsel dan sibuk dengan sosmed serta game masing-masing sih sama saja bohong namanya.

Namanya quality time adalah saling mengobrol dan saling mendengar dengan sesama anggota keluarga bukan saling main ponsel.

3. memanfaatkan momen sederhana setiap hari

Kamu bisa memanfaatkan momen sehari-hari tanpa harus mengatur jadwal bertemu secara khusus. Misalnya waktu sarapan pagi atau pas lagi masak bareng sama istri tercinta.

Momen seperti itu bisa dibilang sangat dianjurkan, karena praktis tidak perlu menunggu momen yang terlalu dipaksakan. Karena momen seperti itu selalu datang setiap hari dan sangat sering terjadi. Tetapi karena kita tidak saling peduli dengan sesama keluarga makanya momen seperti itu sangat cepat berlalu tanpa arti apa-apa.

4. memanfaatkan aktivitas baru bersama

Kalian bisa menerapkan aktivitas yang jarang dilakukan bersama, dengan cara ini kalian bisa mencari aktivitas yang fresh karena jarang dilakukan atau tidak pernah dilakukan sehingga memberi kesan yang fresh dan hal baru.

Hal semacam ini biasanya lebih diminati karena tidak membosankan dan merupakan hal dengan pengalaman baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Andai aku bisa kembali ke masa lalu, aku juga ingin merasakan kembali saat-saat bersama kakek dan nenek. Namun hal itu sudah tidak bisa dilakukan kembali, karena mereka sudah tidak akan pernah kembali lagi ke dalam alam dunia ini. Dan hanya penyesalan yang aku dapatkan. Andai saja waktu itu aku selalu menyempatkan diri untuk selalu quality time dengan kakek dan nenek, pasti aku bisa merasakan bagaimana hangatnya kasih sayang mereka terhadap cucunya.

Namun karena kesibukan yang selalu tidak pernah memberi kesempatan terhadapku yang pada akhirnya memberi aku sebuah hukuman yang sangat berat dan tidak akan pernah bisa diwujudkan kembali. Yaitu tidak akan pernah bisa kembali melakukan quality time bersama kakek dan nenek.

baca juga

Apa Itu Attachment Anxiety? Memahami Kecemasan Kelekatan dalam Hubungan dan Cara Mengatasinya 

Apa Itu Trauma Bonding? Memahami Ikatan Emosional yang Sulit Dilepaskan Meski Menyakitkan 

Kesimpulan

Quality time itu terlihat sepele namun jika dilakukan memiliki dampak besar bagi setiap anggota keluarga. Begitu juga jika quality time ditinggalkan maka akan menciptakan sebuah malapetaka bagi mereka anggota keluarga. Sebab hubungan yang harmonis ditentukan dan dimulai dari komunikasi yang sehat antar sesama anggota keluarga. Sehingga menciptakan suasana yang hangat satu sama lain.

Posting Komentar