Cara agar data di ponsel android tidak dibobol dan bocor
Table of Contents
Namun hal ini sangat bisa diatasi asalkan dari pengguna ponsel paham mengenai cara melindungi diri dari data bocor yang sangat merugikan tersebut.
Kita tahu bahwa android dan iphone memiliki keamanan yang sangat ketat, sehingga sangat kecil kemungkinan jika keamanan ponsel tersebut bisa diterobos begitu saja. Namun meski begitu tidak menutup kemungkinan kedua OS tersebut bisa diterobos sistem keamanannya oleh peretas profesional .
Bisa juga kebocoran data disebabkan oleh kecerobohan pengguna ponsel yang sembarangan memberikan data diri mereka kepada pihak lain. Dalam hal ini kita membicarakan pengguna yang terkena tipu oleh para penipu atau ripper yang banyak berkeliaran di luar sana.
Ini jauh lebih masuk akal ketimbang para peretas menerobos sistem keamanan ponsel yang rumit. Rendahnya pengetahuan pengguna ponsel terhadap keamanan data diri dan minimnya kepedulian terhadap cyber security merupakan ancaman nyata bagi pengguna itu sendiri.
Nah dalam pembahasan di artikel kali ini kita akan membahas keamanan data secara sederhana agar mudah dipahami oleh masyarakat awam yang belum sepenuhnya paham tentang keamanan data.
Mengingat sangat pentingnya keamanan data yang ada pada diri kita, wajib hukumnya untuk melindungi diri dari serangan para penjahat cyber yang makin hari makin meresahkan di indonesia ini.
Agar masyarakat bisa teredukasi dan meminimalisir ancaman yang mengarah ke diri mereka di kemudian hari dan diharapkan secara mandiri mampu menangkal ancaman itu sendiri.
1. jangan install aplikasi di luar playstore.
Ini poin penting yang sering diingatkan oleh berbagai pihak bahkan google sendiri sering mengingatkan untuk tidak mendownload aplikasi di luar play store .
Mengingat bahaya yang ditimbulkan pada keamanan data ponsel pengguna maka instalasi aplikasi diluar playstore sering terkena peringatan saat kalian ingin menginstal di ponsel android kalian.
Mengapa ini berbahaya? Sebab aplikasi android memiliki izin untuk membaca isi dari ponsel anda. Dan ini lah gerbang kebocoran data yang sangat serius dimulai. Anda mungkin mendownload aplikasi di luar playstore karena rekomendasi dari seseorang yang belum anda kenal, atau link yang kirim oleh penipu lewat jalur chat di wa.
Seringnya penipu memberikan sebuah link download sebuah aplikasi yang dikirim lewat wa agar korban terpancing untuk mendownload dan menginstal aplikasi berbahaya tersebut . Lalu pelaku yang sudah memasukkan malware ke dalam aplikasi tersebut akan melakukan aksinya untuk membobol rekening mobile banking ,akun sosmed dan aset aset digital lainnya.
Korban tidak akan serta merta menyadari bahwa ponsel mereka sudah dalam kendali orang lain dan ini akan membuat pelaku lebih leluasa mengobok ngobok ponsel korban. Ini lah penting nya agar selalu berhati hati jika ingin mendownload aplikasi di luar playstore.
Walaupun tidak semua aplikasi yang di download di luar playstore berbahaya , tetap saja hal ini membuat khawatir sebab kita tidak tahu apakah aplikasi tersebut sudah disusupi malware atau tidak.
2. link phising
Nah ini juga tidak kalah berbahayanya dibanding aplikasi android yang sudah disisipi oleh malware di dalamnya. Link phising biasanya adalah sebuah url yang dikirim kepada korban agar si korban mengklik link tersebut lalu diarahkan ke halaman web palsu yang menyerupai web asli sebuah akun .
Misalnya web phising yang menyerupai web facebook yang tujuannya si korban merasa yakin sudah login ke web yang asli untuk login ke akun sosial media facebook miliknya, padahal link tersebut adalah link palsu yang ditujukan untuk mencuri password dan username milik korban.
Sering kali orang awam tidak menyadari hal hal semacam ini, karena mereka cenderung percaya pada tampilan web yang mirip dengan aslinya.
Sampai suatu saat dia sadar bahwa akun sosmed yang mereka miliki sudah tidak bisa diakses lagi dan membuat postingan tanpa diketahui siapa yang melakukannya.
Bahkan si pelaku kejahatan ini akan menipu teman teman korban lewat chatingan dengan menyamar sebagai orang asli atau korban.
Biasanya mereka akan meminjam uang atau sekedar minta tolong untuk login ke suatu aplikasi phising juga . Dan yah si pelaku bisa mendapat banyak hal dari membobol akun si korban dan ini menjadi pembobolan berantai.
3. mengikuti giveaway yang tidak jelas
pernahkah kamu melihat seseorang memberikan giveaway berkedok artis di sosmed yang sering berseliweran ? Nah salah satu hal yang sering terjadi banyak yang tertipu dengan fenomena ini, tak jarang dari para korbannya menderita kerugian jutaan rupiah akibat tertipu program giveaway abal abal ini.
Pelaku biasanya akan memberikan iming iming hadiah jutaan rupiah karena akan mendapatkan hadiah tersebut korban akhirnya tergiur dan masuk perangkap si penipu.
Korban akan diminta uang dengan dalih sebagai biaya pajak dan ongkos admin.
Entah itu biaya pengiriman mobil jika hadiahnya mobil atau juga sejumlah uang jika hadiahnya uang,namun itu hanya trik tipuan.
Aslinya korban hanya masuk perangkap di tahap awal.
Kenapa bisa begitu?
Sebab biasanya semakin di turuti si pelaku akan semakin memeras korbannya,jika si korban sudah memberikan sejumlah uang maka si pelaku akan meminta uang lagi dan lagi.
Bahkan totalnya ada yang sampai puluhan hingga ratusan juta rupiah,si pelaku sudah tau bahwa jika si korban sudah memberikan sejumlah uang maka si korban akan merasa terlanjur basah dan akan mengikuti kemauan si pelaku asalkan uang yang dijanjikan si penipu lebih besar dibanding uang yang telah mereka keluarkan.
Dan yah begitulah , ketika korban sadar dirinya kena tipu maka semua sudah terlambat.
Uang tabungan ludes namun giveaway ratusan juta rupiah tak kunjung didapatkan hanya janji manis dari si penipu belaka.
Tak jarang korban penipuan giveaway mengalami stres berat dan frustasi.
Dari pengalaman ini sebaiknya anda berhati hati dengan program giveaway ataupun janji manis seseorang yang ingin memberikan uang gratis. Perlu diingat tak ada yang gratis di dunia ini.
4. mendaftar di situs jud!
Kalian mungkin sudah tidak asing lagi dengan orang yang sudah gila dengan permainan pertaruhan nasib secara online ini. Sudah banyak yang termakan dengan janji uang mudah, kaya mendadak dan atau alasan iseng iseng saja, namun semuanya berakhir tragis.
Situs ini bukan hanya menguras isi dompet kalian namun juga mengambil data diri dan privasi kalian.
Jangan coba coba menginstal aplikasi dari mereka , bahkan mengunjungi situs web mereka pun jangan, percayalah mereka adalah penjahat kelas kakap yang siap menghabisi kalian tanpa ampun.
Mereka sering mengambil data di ponsel kalian, terutama nomor kontak di ponsel kalian . Nomor anda nomor saudara, teman dan kerabat dekat kalian, tujuannya untuk mempromosikan situs jud! mereka dengan nomor ponsel yang di dapat dari data di ponsel kalian.
Kalau sudah begitu biasanya nomor ponsel yang sudah ditargetkan akan dibanjiri dengan iklan jud!, dengan tujuan menarik sebanyak mungkin pengguna agar mau mendaftar dan mendapatkan uang penggunanya lewat situs jud! yang mereka kelola.
5. aplikasi p!njol
ini juga salah satu aplikasi yang berbahaya jika di instal , karena aplikasi ini juga sering mengambil data diri para penggunanya atau data diri para nasabah mereka sendiri. Tujuannya untuk mempermalukan para nasabah jika suatu waktu nasabah menunggak uang cicilan yang sudah disepakati.
Kalian mungkin pernah di telpon seseorang yang mengaku sebagai debt collector dari salah satu aplikasi pinjaman online ,padahal anda sendiri merasa tidak pernah minjol sama sekali.
Nah itu adalah salah satu kebocoran data pengguna yang nyata,biasanya salah seorang teman anda mungkin ada yang berhutang dengan salah satu aplikasi pinjol.
Kemudian aplikasi pinjaman online tersebut akan membaca isi kontak teman anda yang didalamnya ada kontak ponsel anda, dari situlah si admin pinjaman online mendapatkan kontak anda.
Jika kalian merasa terganggu oleh panggilan telepon admin pinjaman online , kalian bisa memblokir nomor admin tersebut.
6. suka membagikan nomor telepon atau email di sosmed
kalian mungkin pernah membagikan nomor telepon atau alamat email di kolom komentar sosmed kalian, padahal itu sangat beresiko karena kolom komentar adalah ruang publik yang siapapun bisa melihat obrolan anda dengan anda .
Nah karena anda membagikan kontak pribadi di kolom komentar itu lah data diri anda tersebar secara tidak sengaja , dan akan muncul nomor nomor orang tidak dikenal menghubungi anda.
Untuk itu jangan membagikan data diri anda di kolom komentar karena hal tersebut sangat beresiko data diri anda tersebar.
Dan juga jangan memajang data diri anda seperti nomor ponsel dan email di profil sosmed anda.
Sebab ini sama juga menyebar informasi pribadi anda di ranah publik.
Jika anda terpaksa harus memasang nomor kontak pribadi di profil sosmed anda , pastikan ponsel tersebut terpisah dengan data pribadi yang lain.
Jangan samakan ponsel yang anda sebarkan ke publik nomornya dengan ponsel yang terinstal aplikasi mobile banking . Sebab itu sangat beresiko jika si pelaku penipuan online ini mengirim aplikasi berbahaya ke ponsel anda, dan pastikan anda selalu waspada dengan chat yang masuk ,jika terasa ada hal yang aneh yang selalu mengarahkan anda ke hal hal yang berbau data pribadi seperti kartu KTP , SIM , ataupun kartu keluarga tanpa alasan yang jelas, langsung blok saja orang tersebut.
Demikian lah artikel ini saya tulis.
Kesimpulannya adalah jangan pernah memberi data penting anda kepada orang lain yang tidak dikenal atau menginstal aplikasi di luar playstore atau app store. Karena itu sangat beresiko dan berbahaya bagi keamanan diri anda.
Selalu hati hati dan waspada.

Posting Komentar